Referensi,Tips & Trik

Sudah merasa jodoh, tapi seperti buntu dan terhalangi untuk melanjutkan ke pernikahan, ada apa ?

Hallo sobat pejuang cinta yang setia. Mungkin salah satu dari kita atau teman kita mengalami hal seperti ini. Setelah melakukan pilihan dan sholat istikhoroh, sudha mendapatkan jawaban si A adalah jodoh kita.

Akan tetapi ketika kita berusaha untuk menuju ke jenjang yang lebih serius, seperti lamaran atau menentukan tanggal pernikahan seperti terasa ada yang membebani atau mengganggu. Pandangan terasa kosong dan keraguan muncul, apakah jadi nikah apa enggak ya ? apakah aku siap ?

Tak jarang sebagian kita merasa dan berfikir “Biaya lamaran / nikah kan mahal, mana duit cuma pas-pasan enggak kekumpul-kumpul. Kapan kira-kira ya nikahnya, mana udah dikejar-kejar lagi sama orang tua calon”.

Bagi teman-teman yang merasa ada gangguan ketika kita ingin melangkah beribadah dan kebaikan, berarti disitu ada penghalang dan penghalang itu biasanya berasal dari dosa.

Dosa apakah yang bisa menjadi penghalang ?

Dosa merupakan penghalang yang utama untuk berbagai hal kebaikan. Dosa akan menghalangi dosa, dosa menghambat rejeki, dan dosa menjauhkan jodoh. Dosa apa sajakah itu ?

Secara umum, hampir setiap dosa akan menjadi penghalang ketaatan kita kepada Alloh SWT. Pokoknya kalau kita masih sering berbuat dosa, ada aja alasan dan keengganan untuk beribadah. Dan semakin rajin untuk berbuat dosa. Begitu seterusnya sampai kita terjerumus atau bertaubat menghentikan semua perbuatan dosa tersebut.

Dosa yang sanget sering menjadi ujian pernikahan adalah dosa khalwat dan zina. Khalwat adalah berdua-dua an tanpa disertai mahrom. Kalau bahasa anak agak dulu sih disebut “mojok”. Tetapi mojok sekarang enggak selalu ngumpet-ngumpet. Tetapi video call berdua pun di kamar masing-masing juga bisa disebut berkhlawat. Waduuhh…

Selain dosa berkhlawat ini, tak sedikit pasangan yang juga terjerumus pada dosa zina. Karena sudah sangat dekat dengan pasangan, atau bahkan sudah lamaran, sehingga begitu yakin bahwa dia adalah jodoh. Mabuk kepayang dalam lautan cinta tak terasa diri terjerumus pada zina. Sekali melakukan mungkin merasa takut, setelah itu setan bekerja lebih keras sehingga akan merasa nyaman-nyaman aja, toh dia juga calon pasanganku.

Tetapi ternyata dunia bekerja tidak demikian. Perbuatan dosa besar yang dilakukan ini akan menjadi penghalang kita mendekatkan diri pada Tuhan, sehingga mungkin Tuhan akan menghukum kita. dengan apa ? terserah Tuhan, paling-paling juga akan dibuat ragu dan kemudian pisah, nah loo ? emang bisa ya ? bisa aja lah. Tuhan kan serba bisa.

Selain dosa besar yang akan menghalangi ibadah dan doa. Membuat kita buntu dan terjerumus juga merupakan dampak dari dosa-dosa kecil yang dilakukan secara terus-menerus, atau bahkan hobi. Seperti mengerjain teman, suka berbohong pada teman dan orang tua, akan menjadi penghalang juga dari kebaikan-kebaikan di masa depan yang sudah disiapkan Tuhan.

Apakah ada penghalang lain selain dosa ?

Selain dosa besar dan dosa kecil yang rutin atau perbuatan maksiat, penghalang ibadah bisa juga disebabkan karena hati yang kurang ikhlas menerima putusan Tuhan.

Contohnya ketika sudah lamaran, kita menjadi kurang puas kalau belum ikut mecampuri berbagai urusan pribadi pasangan kita. Kurang ikhlas menerima pasangan apa adanya juga akan menyebabkan Tuhan bisa saja mengubah rencana-Nya.

Apa yang harus kita lakukan ?

Tentu saja kita harus menghentikan perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat ini. Jika yang mengajak adalah calon pasangan, kita harus dengan tegas menolaknya secara baik-baik. Bisa juga dishare artikel ini kepada pasangan agar jalan kita menuju pernikahan dimudahkan oleh Tuhan. Agar dimudahkan dalam menemukan jodoh yang sejati.

Tata hati dan pikiran. Ikhlaskan semua hal dan serahkan kepada sekenario Tuhan. Yakinlah bahawa ini semua adalah ujian dari Tuhan untuk menentukan apakah kita layak untuk naik kelas keimanan atau masih di jenjang yang lama (tinggal kelas).

Jika kita berhasil mengatasi ujian, maka kita akan naik kelas, Tuhan akan memberikan berkah-Nya dan mempersiapkan ujian lain yang lebih berat dari sebelumnya. Memang begitulah hidup, dan begitulah cara Tuhan mendidik manusia agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik. Menjadi lebih siap dalam menghadapi tantangan-tantangan dunia.

Komentar Anda

Anda mungkin juga menyukai