Referensi

Modal Utama Pernikahan itu Bukan Harta, Tetapi Ini

Berbicara tentang modal pernikahan, Tentu bagi para pejuang cinta yang saat ini sedang frustasi ditanyai “kapan nikah ?” selalu merasa terbebani kalau menikah itu membutuhkan biaya yang besar, harus menghidupi orang baru / menanggung beban istri, dan anak. Belum lagi kalau calon pasangan kita memiliki adik yang masih belum mandiri atau masih sekolah. Tentu ini menjadi sebuah tekanan psikologis yang cukup berat.

Modal pernikahan biasanya menjadi hal yang terlihat menakutkan, karena kalau kita tidak siap maka pernikahan akan berjalan dengan kacau dan tidak stabil, dan yang paling ditakutkan adalah kandas di tengah jalan. Semua orang tidak akan menginginkan hal ini terjadi.

Apa Saja Modal Nikah itu ?

Modal nikah yang harus disiapkan dari yang paling kecil adalah sebagai berikut :

A. Keyakinan

Sebelum melakukan pernikahan, kita harus yakin bahwa kita sudah siap lahir batin untuk menikah. Fisik sudah dewasa, kematangan berfikir dan kondisi lingkungan berbagai faktor termasuk usia dan pekerjaan sudah membuat kita yakin bahwa ini adalah saatnya kita menikah.

Banyak para pejuang cinta masih ragu dan ketika ditanya kapan nikah, pasti jawabannya “belum siap”. JIka memang benar-benar belum siap, baik secara mental maupun material, ya jangan menikah dulu. Walau kita kaya raya tapi kalau mental masih belum siap dan belum yakin, ya jangan menikah dulu. Dan jangan bermaksiat dengan berpacaran, karena berpacaran terlalu lama malah akan membuat kita merasa semakin enggak siap dan terjangkit kebosanan.

B. Pekerjaan

Yang harus disiapkan bagi para pria yang ingin menikah adalah Pekerjaan, ini menjadi hal yang wajib dan salah satu yang utama. Karena kewajiban sebagai suami adalah menafkahi istri baik lahir maupun batin. Sehingga suami harus berpenghasilan atau memiliki pekerjaan untuk dapat menikah dengan seorang wanita. Suami yang tidak menafkahi itu telah melanggar hak istri.

Banyak orang yang berfikir bahwa harus memiliki pekerjaan dengan penghasilan tetap dahulu baru kemudian menikah. Ini adalah persepsi yang salah besar. Justru penulis menikah saat penghasilannya tidak tetap dan tidak menentu. Setelah penulis keluar dari pekerjaan dengan gaji bulanan tetap.

Seorang pria tidak harus memiliki “PENGHASILAN TETAP”, tetapi harus “TETAP BERPENGHASILAN”. Karena suami harus bekerja untuk memberikan nafkah kepada istri. Apapun pekerjaannya, berapapun gajinya berusahalah terus agar kebutuhan keluarga selalu tercukupi. Rejeki sudah ada yang ngatur, kita hanya tinggal berusaha semaksimal mungkin.

Bagi seorang wanita, memiliki penghasilan bukanlah menjadi modal pernikahan. Bicarakan baik-baik dengan calon pasangan terkait penghasilan istri.

C. Calon Pasangan

Modal yang ini adalah modal paling wajib sob.. tanpa calon pasangan, semua usaha kita untuk menikah ya akan sia-sia. hahaha..

Bagaimana cara mendapatkan calon pasangan ini adalah dengan melalui tahapan-tahapan seperti yang dijelaskan pada Bagaimana cara Sholat Istikhoroh ?. Setelah yakin dengan calon pasangan, segeralah lamar dan tentukan tanggal pernikahan sebelum diambil orang dan kembali galau. Hahaha..

D. Ilmu agama dan ilmu pernikahan

Ini adalah syarat yang paling-paling-paling utama dari semuanya, dan harus disiapkan jauh-jauh-jauh-jauh hari sebelum menikah. Karena dari pengamatan penulis, keretakan rumah tangga disebabkan karena salah satu dari pasangan kurang memahami ilmu agama dan ilmu penikahan.

Ilmu agama tentang syariat akan membuat kita selalu terjaga dan hidup dalam petunjuk Alloh SWT. Setiap keputusan akan selalu disertai dengan dasar-dasar ilmu agama, sehingga kehidupan keluarga menjadi harmonis dan Sakinah, Mawaddah, Warahmah.

Ilmu pernikahan juga tidak kalah penting. Seperti halnya apa yang harus dilakukan jika pernikahan tak seindah impian, ketika mertua tidak seramah bayangan, ketika istri ternyata memiliki kebiasaan yang unik. Semua nya dapat ditaklukkan jika masing-masing pasangan memiliki pengetahuan dalam Ilmu Pernikahan.

Bagaimana tentang cara membagi uang, siapa yang mengatur pengeluaran dan sebagainya harus dikomunikasikan dengan baik dan didasari ilmu-ilmu penikahan ini.

Sekian tulisan dari saya ini semoga dapat bermanfaat dan jangan lupa tinggalkan komentar.

Komentar Anda

Anda mungkin juga menyukai