Referensi

Apa sih ciri-ciri Jodoh Kita ? Apakah dia adalah jodohku ?

Siapa yang enggak penasaran dengan siapa sebenarnya jodoh kita kelak, mungkin hanya orang yang paling cuek di dunia yang enggak memikirkan hal ini. Semua orang yang menginjak dewasa akan selalu mempertanyakan, siapa sih jodoh kita ? apakah dia adalah jodohku ? apa ciri-ciri nya ?

Bicara soal jodoh memang seperti mengungkap sejuta misteri, terutama tentang siapa dan dimana, itu adalah rahasia Tuhan. Seseorang yang sudah keliatan jelas di depan mata, misal pacaran sudah hampir 9 tahun bisa saja enggak jodoh. Sedangkan yang baru ketemu kemarin ternyata jodoh. Bahkan ada yang sudha menikah ternyata bukan jodoh, nah lo ? gimana itu ? (kita akan bahas di kemudian hari yaa.. sabaar..)

Jodoh kita tentu saja memiliki ciri-ciri, baik itu ciri-ciri fisik maupun ciri-ciri perilaku atau sifat. semua itu bisa diteliti dan diamati.

Apa tanda-tanda seseorang adalah jodoh kita ?

Pertanyaan ini memang sulit dijawab, tetapi bisa dilakukan berbagai pendekatan. Dahulu saya mengira bahwa seseorang adalah jodohku, tetapi takdir berkata lain, semuanya berubah (kok malah curhat). Ok lanjut…

Seperti yang dituliskan di dalam kitab Al-Quran, Wanita yang baik adalah untuk Pria yang baik, tentu saja berlaku sebaliknya. Akan tetapi makna baik disini bukanlah baik secara fisik saja, tetapi juga lebih dari sisi aqidah, ahklaq dan perilaku.

Kadan kita melihat lawan jenis dengan perasaan deg-degan, dan kita mengira kalau deg-deg an adalah pertanda jodoh. Bukan seperti itu Fergusso, jika deg-degan adalah pertanda jodoh, tentu pak polantas di jalan memiliki jodoh yang sangat banyak karena semua orang pengendara selalu deg-degan ketika melihat pak polisi. Deg-degan tak lebih datang karena otak merespon sesuatu perasaan gugup. Bukan cinta.

Lalu apa dong ciri-ciri dan tanda-tanda dia adalah jodoh kita, buruan cepetan ditulis, gak sabar nih. Hahaha… tenang bro, kita kupas pelan-pelan.

Ciri jodoh yang paling gampang kosakatanya adalah “SEKUFU”, atau setara, atau sebanding atau kita jabarkan saja lah.

Pria atau wanita yang merupakan jodoh kita pasti enggak terlalu jauh berbeda dengan kita secara taraf fisik, ekonomi, status sosial, status keluarga, perilaku, kesukaan, pemikiran, dan berbagai hal lain akan memiliki kemiripan (belum tentu sama). Bahkan di beberapa kasus sampai pada sifat orang tuanya juga ada kesamaan, baik keduanya atau salah satunya.

Mengapa jodoh pasti “SEKUFU” ?, Tuhan telah menciptakan jodoh kitayang setara agar kita enggak terlalu benyak menyesuaikan diri setelah menikah, kita bisa lebih fokus pada membangun rumah tangga daripada waktu habis untuk penyesuaian diri. Jika kira-kira enggak sekufu, kemungkinan dia bukan jodoh kita.

Apakah “SEKUFU” bisa diusahakan ? Menurut pengamatan penulis, sekufu bisa diusahakan, dan memang kita harus berusaha. Jika kita ingin jodoh kita adalah orang yang rajin beribadah, maka tentu saja kita harus raji beribadah juga. Jika kita mengingkan jodoh kita adalah wanita yang gemar pengajian, tentu saja kita juga harus gemar mengikuti pengajian, apaah harus di pengajian yang sama ? tentu saja tidak. Yang penting niatkan diri untuk memperbaiki diri, agar mendapatkan jodoh yang baik.

Artis jodohnya biasanya enggak jauh juga dari kalangan mereka, para keturunan konglomerat jodohnya biasanya juga enggak jauh-jauh dari itu.

Lantas kenapa di tempat saya ada orang yang kaya raya menikah dengan orang yang miskin, itu kan enggak “SEKUFU”, Eits… jangan keburu menolak pengetahuan bro and sist, hahaha… Sekufu enggak harus sesuatu yang keliatan, bisa jadi hobi mereka sama, atau pemikirna mereka sama, atau mental mereka sama. Pasti ada kesamaan yang cukup banyak antara kita dengan jodoh kita. Kalau kita keras kepala, juga jodoh kita enggak akan jauh-jauh dari hal tersebut.

Silakan tulisan saya ini menjadi referensi, dan cobalah amati apakah si-dia adalah jodoh kita atau enggak ? apakah membuat kita yakin dari hati, atau hanya dari otak ? Tentukan pilihanmu.

Komentar Anda

Anda mungkin juga menyukai